Pengunjung Bromo

PENGUNJUNG WISATA GUNUNG BROMO, HARAP TAHU INI YA SOBAT

 

Liburan artinya bersenang-senang untuk sejenak melupakan tumpukan pekerjaan dan menciptakan kenangan manis bersama teman dan keluarga, bukan?. Untuk menciptakan kenangan manis butuh lokasi yang memorable untuk dikenang, salah satunya adalah berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru khususnya wisata gunung Bromo. Pengunjung akan dimanjakan dengan alam yang begitu indahnya, seperti menikmati indahnya matahari terbit dari ketinggian, lautan pasir, hamparan savana atau biasa disebut dengan bukit teletubies, dengan suhu bisa mencapai minus 0 derajat celcius. Tentunya kondisi ini sangat menarik dan tidak diperoleh pengunjung ketika berada di dataran rendah. Antusias pengunjung tentu sangat terasa, ketika pengunjung dalam perjalanan juga akan memperoleh memori tersendiri, jalan naik yang berkelok-kelok dengan kanan kiri hutan dan jurang, membuat adrenalin pengunjung meningkat, setiba dilokasi langsung dimanjakan dengan alam yang luar biasa indahnya.

Dibalik sukacita dalam menikmati wisata gunung Bromo, pengunjung perlu memperhatikan hal-hal yang sering terjadi ketika berkunjung ke gunung Bromo. Pengunjung harus benar-benar mempersiapkan diri ketika akan berwisata kedaerah pegunungan, seperti memakai baju yang sesuai dengan suhu ketika berada digunung, membawa jaket, sarung tangan, kaos kaki, penutup kepala, dan membawa payung (ketika musim hujan). Selain persiapan diri, persiapan kondisi lingkungan juga perlu diketahui pengunjung, Ketika berkunjung ke gunung bromo pada musim hujan ada beberapa resiko yang bisa mengintai, diantaranya terjadinya longsor di jalan menuju gunung bromo, mengingat kanan kiri jalan terdapat tebing dan juga jurang. Selain longsor, resiko lain ketika musim hujan adalah pohon tumbang di kanan kiri jalan, sehingga bisa mengganggu perjalananan pengunjung. Bersukacita berlibur boleh, tetapi juga harus selalu waspada, karena faktor alam tidak ada yang bisa menebak.

Selain faktor alam, bahaya yang sering terjadi ketika berwisata ke gunung bromo adalah kecelakaan pengunjung. Kondisi jalan yang berkelak kelok di dataran tinggi dengan tanjakan dan turunan yang tajam, tentu membuat resiko terjadinya kecelakaan semakin besar, ditambah dengan kondisi kendaraan yang kurang baik. Kecelakaan yang sering terjadi didominasi oleh kendaraan roda dua matik dengan kasus rem blong. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sudah membuat papan larangan pengunjung dilarang memakai kendaraan roda dua matik, tetapi ada juga beberapa pengunjung yang “nakal”, tidak menghiraukan larangan tersebut.

Tujuan petugas tidak untuk menakut-nakuti pengunjung, tetapi untuk mengingatkan dan berharap pengunjung selalu waspada dengan kondisi di lapangan, mengingat kejadian di alam tidak ada yang bisa menebak. (Nina Puspita, S.Si/ Penyuluh Kehutanan)

 Ceria menikmati liburan, waspada akan keselamatan!!