• Depan
  • › Kategori: Artikel
  • › Mengenal Burung Pemangsa (Raptor) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Mengenal Burung Pemangsa (Raptor) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

 

Oleh : Koestriadi Nugra Prasetya (PEH BBTNBTS)

. Sebagai jantung kawasan konservasi di Jawa Timur bersama tiga Taman Nasional lainnya, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak saja memiliki pesona bentang alam bromo dan semeru yang indah. Keanekaragaman hayati di kawasan ini khususnya Aves (burung) cukup melimpah. Taman Nasional yang mungkin selama ini terkenal dengan wisata Bromo dan laut pasirnya serta Semeru dengan puncak tertinggi Mahameru di pulau Jawa ini ternyata mampu mencatatkan 196 spesies burung sejauh ini (TNBTS,2020). Jumlah yang cukup besar mengingat kawasan TNBTS didominasi oleh ekosistem hutan pegunungan pada dataran tinggi serta sebagian kecil ekosistem ranu (danau).

Dari sekian jenis tersebut, 18 diantaranya adalah masuk dalam kategori burung pemangsa (Raptor). Raptor atau burung pemangsa adalah burung yang mencari makan dengan cara berburu, yakni dengan terbang, menggunakan indra tajam mereka, terutama penglihatan. Mereka terdefinisikan sebagai burung yang utamanya berburu hewan bertulang belakang, termasuk juga burung lain. Cakar dan paruh mereka cenderung lebih besar , kuat dan beradaptasi merobek daging. Kebanyakan individu betina lebih besar daripada individu jantan.

Raptor berasal dari kata rapere artinya merebut atau merebut dengan paksa, dan mungkin merujuk secara informal kepada semua burung pemangsa. Raptor sendiri terbagi menjadi 2 kategori yaitu diurnal (aktif pada siang hari) dan nocturnal (aktif pada malam hari). Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terdapat 4 Family burung yang masuk kategori raptor antara lain Accipitridae, Falconidae, Strigidae dan Tytonidae. Lebih lengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut (warna hijau untuk kategori diurnal dan kuning untuk kategori nocturnal).

Tabel.1 Daftar jenis burung pemangsa (raptor) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (2020)

No

Famili

Nama Indonesia

Latin

Status

Huni

1

Accipitridae

Elang-alap Cina

Tachyspiza soloensis

Migrant

2

Accipitridae

Elang-alap Jepang

Tachyspiza gularis

Penetap

3

Accipitridae

Elang-alap Jambul

Lophospiza trivirgata

Penetap

4

Accipitridae

Elang-alap Besra

Tachyspiza virgata

Penetap

5

Accipitridae

Elang Brontok

Nisaetus limnaeetus

Penetap

6

Accipitridae

Elang Hitam

Ictinaetus malaiensis

Penetap

7

Accipitridae

Elang Jawa

Nisaetus bartelsi

Penetap

8

Accipitridae

Elang Perut Karat

Lophotriorchis kienerii

Penetap

9

Accipitridae

Elang Sikep Madu Asia

Pernis ptilorhyncus

Migrant

10

Accipitridae

Elang Ular Bido

Spilornis cheela

Penetap

11

Falconidae

Alap-Alap Sapi

Falco moluccensis

Penetap

12

Falconidae

Alap-alap Kawah

Falco peregrinus

M & P

13

Falconidae

Alap-alap Capung

Microhierax fringillarius

Penetap

14

Strigidae

Beluk-watu Jawa

Glaucidium castanopterum

Penetap

15

Strigidae

Beluk Jampuk

Bubo sumatranus

Penetap

16

Strigidae

Celepuk Reban

Otus lempiji

Penetap

17

Strigidae

Kukuk Beluk

Strix bartelsi

Penetap

18

Tytonidae

Serak Jawa

Tyto alba

Penetap

 

Cukup banyak bukan ?. Lalu seperti apakah wujud para predator udara penghuni kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut ? Sebagian besar diantaranya adalah sebagai berikut. Yuk kita simak guys 

 

1. Elang-alap China (Tachyspiza soloensis)

Sebagian burung pemangsa diurnal dapat melakukan migrasi, satu diantaranya adalah Elang-alap China ini. Berbiak di Asia Timur Laut dan Cina. Umumnya tercatat mulai mengunjungi TNBTS pada bulan september.

 

2. Elang-alap Jepang (Tachyspiza gularis)

Seperti halnya Elang-alap China, raptor yang satu ini pun termasuk predator migrant. Berbiak di Paleartik Asia Timur. Umumnya tercatat mulai mengunjungi TNBTS pada bulan september.

 

3. Elang-alap Jambul (Lophospiza trivirgata)

Jenis penetap dengan sebaran terbatas di kawasan TNBTS. Memiliki ciri unik ketika masa biak yaitu memperlihatkan gaya terbang yang khas, getaran sayap (bulu putih sisi tubuh terlihat jelas).

 

4. Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus)

Sesuai namanya yaitu Changeable Hawk-eagle, raptor yang satu ini memiliki warna yang bervariasi dan berubah-ubah. Salah satu kompetitor utama Elang Jawa.

 

5. Elang Hitam (Ictinaetus malayensis)

Elang Hitam sangat mudah dijumpai di kawasan TNBTS. Populasinya bisa dikatakan masih melimpah dibandingkan dengan jenis raptor lainnya.

 

6. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

Sang Garuda yang menjadi salah satu icon dan satwa prioritas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Khusus Raptor yang satu ini monitoring setiap tahun rutin dilakukan untuk memantau perkembangan populasinya di TNBTS.

 

7. Elang Perut Karat (Lophotriorchis kienerii)

Termasuk jenis raptor yang cukup jarang dijumpai dan memiliki sebaran terbatas di TNBTS bahkan pulau Jawa. Individu muda (juvenile) berwarna putih susu tanpa corak pada bagian dadanya.

 

8. Elang Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhyncus)

Raptor migrant yang juga tercatat mengunjungi TNBTS pada bulan September. Berbiak di Palearktika Timur, India dan Asia Tenggara. Jenis ini memiliki ras penetap untuk Pulau Jawa, namun sejauh ini belum ada catatan perjumpaan di kawasan TNBTS.

 

9. Elang Ular Bido (Spilornis cheela)

Diantara sekian raptor diurnal yang ada, Elang Ular Bido termasuk yang paling ribut dan hampir selalu terdengar bersuara jika menampakkan dirinya utamanya sa