Rabu, 21 Juni 2017 - 08:27:54 WIB
APEL SIAGA PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) TAHUN 2017
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 71 kali

Pada  tahun 2016 untuk pertama kalinya selama hampir dua dekade rutin terjadi Karhutla, Indonesia berhasil menanggulangi Karhutla dengan penurunan titik api 83 persen dari tahun 2015 secara Nasional. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan kerjasama yang baik dan hasil sinergi semua pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, kabupaten, provinsi, TNI, POLRI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BNPB dan BPBD serta para pihak lainnya. Keberhasilan ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk dapat ditingkatkan atau minimal dipertahankan pada tahun 2017 ini. Menurut perkiraan BMKG pada tahun 2017, pada semester II ini akan mengalami elnino lemah yang akan terjadi pada Bulan Juni, Juli, dan Agustus.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2017, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan para pihak dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di kawasan TNBTS mengadakan kegiatan Apel Siaga Karhutla yang dilaksanakan  pada hari Rabu tanggal  31 Mei 2017 di kawasan Laut Pasir Gunung Bromo. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari polhut dan staf TNBTS, BPBD, jajaran Kodim dan Polres dari  4 (empat) Kabupaten , pramuka, Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 9 (sembilan) desa sekitar TNBTS, pelaku jasa wisata ( jeep, ojek, pedagang, pemandu kuda, PHRI), tokoh masyarakat Tengger, Tim SAR Tnbts dan Satpol PP, serta Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Raffles Brotestes Panjaitan, M.Sc yang bertindak sebagai pembina apel.

Melalui paparannya, beliau memberikan arahan untuk meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, melalui langkah konkrit di lapangan dan menghimbau pihak pengelola kawasan konservasi agar ikut membangun dan mengembangkan sistem ketahanan masyarakat pada daerah penyangga rawan kebakaran hutan dan lahan melalui sistem kelembagaan masyarakat setempat, seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), sekolah peduli lingkungan (adiwiyata), remaja peduli dan pengendali api yang bersifat masif di masyarakat. Perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi menjadi sangat penting untuk mempertahankan kehidupan masa depan, kekayaan biodiversitas, ketahanan pangan dan tentunya sebagai langkah mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Terkait dengan perubahan iklim, perlindungan terhadap kawasan hutan khususnya kawasan konservasi terutama terhadap ancaman kebakaran hutan menjadi salah satu penyumbang dalam kontribusi Indonesia dalam penurunan emisi yang termandatkan dalam National Determined Contribution (NDC) pada Paris Agreement. 

 


Berita lainnya :
0 Komentar :

MULTIBAHASA


PARTNERSHIP


AGENDA KEGIATAN

15 September 2017
BROMO TENGGER SEMERU BIRDWATCHING COMPETITION
28 Juli 2017
Pembersihan Salvinia Molesta di Ranupani
24 Juli 2017
WORKSHOP PENILAIAN MANDIRI METT
09 Juli 2017
YADNYA KASADA 2017
07 Juli 2017
EKSOTIKA BROMO 2017

KATEGORI

Artikel (28)
Berita (57)

STATISTIK

Total Hits

2245298

Pengunjung hari ini : 219
Total pengunjung : 481818

Hits hari ini : 570
Pengunjung Online: 4


SOROT

Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :
1 . Admin ganteng (0)

[ Teks © by TNBT ]