Senin, 14 November 2016 - 08:06:49 WIB
PENGUKUHAN TIM SAR BBTNBTS
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 434 kali

PENGUKUHAN TIM SAR BBTNBTS

 

Oleh : Rio Widodo, A.Md

 

Sejak dibukanya pendakian Gunung Semeru pada tanggal 1 Mei 2016, dilaporkan telah terjadi 2 kejadian orang hilang yang memasuki kawasan berbahaya yaitu puncak Gunung Semeru tanpa ijin. Kejadian pertama terjadi pada tanggal 19 Mei 2016 dengan nama survivor Supyadi dan Zirly Gita Ayu Safitri asal dari Cirebon yang ditemukan dengan keadaan selamat oleh TIM SAR Gabungan pada tanggal 24 Mei 2016. Kejadian kedua terjadi pada bulan Juni 2016 dengan survivor Lionel de Craux (26 Tahun) berasal dari Swiss yang melakukan pendakian secara ilegal. Hingga ditutupnya operasi SAR Gabungan, survivor belum dapat ditemukan dan diperkirakan sudah meninggal karena perbekalan yang dibawa sedikit dan kondisi cuaca di Gunung Semeru yang hujan lebat selama bulan Juni. Selama dilaksanakan operasi SAR tersebut, pendakian Gunung Semeru dinyatakan ditutup sementara hingga jangka waktu tertentu.

Demi kelancaran kegiatan pengamanan pengunjung di kawasan TNBTS maka Kepala Balai Besar TNBTS menyatakan perlu dibentuk Tim Search and Rescue (SAR) BBTNBTS yang beroperasi di seluruh kawasan TNBTS. Melalui surat keputusan No. SK.28/BBTNBTS/BT.2/2016, maka dibentuklah Tim SAR pada tanggal 24 Juni 2016 dan dikukuhkan pada tanggal 29 Juni 2016 di Resort PTN Ranupani yang dihadiri oleh BASARNAS, instansi pemerintah, kepolisian, militer, lembaga swasta, pecinta alam dan lain-lain. Dalam pelaksanaan tugasnya, tim ini yang beranggotakan 48 orang ini  bertanggung jawab kepada Balai Besar TNBTS dengan tugas sebagai berikut:

  1. Menyusun kebijakan dan rekomendasi program pembinaan pendayagunaan dan pengembangan potensi pencarian dan penyelamatan.
  2. Melakukan koordinasi dengan instansi pemerintahan lainnya, kepolisian, lembaga swasta dan organisasi sosial kemasyarakatan maupun perorangan dalam upaya pembinaan, pendayagunaan dan pengembangan potensi pencarian dan penyelamatan.
  3. Menyusun dan mengusahakan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan program pembinaan dan pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan.

Tim SAR memiliki tugas yang tidak mudah dalam pencarian dan penyelamatan, diperlukan peningkatan kemampuan personil melalui berbagai bentuk pelatihan antara lain pelatihan navigasi darat (GPS, kompas bismal), packing, survivor, PPM, teknik pencarian, road accident rescue, teknik evakuasi, komunikasi SAR dan prosedur SAR. Pelatihan dasar yang perlu dilaksanakan adalah pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan yang merupakan dasar dalam penyelamatan korban. Dengan dibentuknya tim ini diharapkan setiap terjadi laporan kecelakaan atau orang hilang maka tim tersebut tersebut dapat memaksimalkan kemampuan dan sarana prasarana sehingga bertindak cepat, tanggap dan aman dalam proses pencarian dan penyelamatan survivor.

Dokumentasi Kegiatan Pengukuhan Tim SAR di Resort PTN Ranupani


Berita lainnya :
0 Komentar :

MULTIBAHASA


PARTNERSHIP


AGENDA KEGIATAN

23 Maret 2016
Pembinaan Sekretaris Itjen Kementerian LHK
14 Maret 2016
Pelatihan Adobe Photoshop
29 Maret 2016
RAPAT FUNGSIONAL POLHUT
01 Maret 2016
monitoring dan evaluasi Tanaman restorasi
15 Maret 2016
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS POLHUT

KATEGORI

Artikel (15)
Berita (29)

STATISTIK

Total Hits

1692080

Pengunjung hari ini : 5
Total pengunjung : 366491

Hits hari ini : 5
Pengunjung Online: 2


SOROT

Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :

[ Teks © by TNBT ]