Rabu, 09 November 2016 - 15:20:49 WIB
FASILITASI PERCONTOHAN KELOMPOK PENCEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TAHUN 2016
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita
- Dibaca: 80 kali
FASILITASI PERCONTOHAN KELOMPOK PENCEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TAHUN 2016
Oleh Trianingtyas Sulistyowati, S.Hut / Penyuluh Kehutanan
Upaya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan ada dua macam, yaitu penanganan bersifat represif dan preventif. Penanganan kebakaran hutan yang bersifat represif merupakan upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk mengatasi kebakaran hutan setelah kebakaran itu terjadi. Penanganan preventif adalah setiap usaha, tindakan atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka menghindarkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan (sebelum kebakaran terjadi) baik disengaja maupun tidak disengaja. Pusat Penyuluhan KLHK melaksanakan fasilitasi Percontohan Kelompok Pencegah Kebakaran Hutan dan Lahan pada bulan Juli hingga November 2016. BBTNBTS merupakan salah satu institusi yang dianggap perlu memperoleh fasilitasi percontohan tersebut. Dari data tahun 2011-2016 jumlah laporan Hot Spot di TNBTS mencapai 191 titik, dimana jumlah tersebut cukup tinggi dibanding dengan Taman Nasional lain di Pulau Jawa.
Desa Sumberurip, Kec. Pronojiwo, Kab. Lumajang merupakan salah satu desa penyangga TNBTS pada Resort PTN Ranu Darungan, Seksi PTN Wilayah IV, Bidang PTN Wilayah II. Masyarakat Desa Sumberurip berperan dalam membantu penanganan kebakaran yang terjadi seluas 65 Ha di Resort PTN Ranu Darungan pada Tahun 2015 yang berkedudukan di wilayah Kecamatan Pronojiwo. KTH Wono Lestari yang berkedudukan di Desa Sumberurip ditetapkan sebagai Kelompok Tani Hutan penerima kegiatan Fasilitasi Percontohan Kelompok Pencegah Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2016 didampingi oleh Penyuluh Kehutanan TNBTS.
Kegiatan fasilitasi dilakukan dengan metode Sekolah Lapang dan Usaha Produktif. Materi Sekolah Lapang meliputi :
Melalui berbagai materi Sekolah Lapang tersebut, petani dapat menyadari pentingnya menjaga hutan dan lingkungan dari kebakaran. Petani dibekali pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang upaya pencegahan kebakaran hutan dan terampil dalam menganggulangi terjadinya kebakaran hutan di sekitar tempat tinggalnya. Pelatihan usaha produktif masyarakat dengan “Budidaya Jamur Tiram” diharapkan mampu meningkatkan penapatan petani sehingga petani sekitar hutan tidak hanya bergantung pada hasil hutan usaha tani yang berbasis lahan.
DOKUMENTASI

Sosialiasi Kegiatan Fasilitasi Percontohan Kelompok Pencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Sekolah Lapang KTH Wono Lestari

Sekolah Lapang Teknik Pembukaan Lahan Tanpa Bakar dan Penanaman Bibit

Pembuatan Kubung Budidaya Jamur Tiram

Budidaya Jamur Tiram
Total Hits






Pengunjung hari ini : 278
Total pengunjung : 478886
Hits hari ini : 819
Pengunjung Online: 2|
Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu : 1 . Admin ganteng (0) [ Teks © by TNBT ] |