Kamis, 19 Mei 2016 - 12:02:45 WIB
Peran BBTNBTS dalam Pelestarian Adat Istiadat Tengger
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel
- Dibaca: 74 kali
(Dani A.W., S.Hut., M.AP., M.Agr dan Ika Kusuma W., A.Md) -
Suku Tengger merupakan suku yang mendiami area di dalam dan di sekitar kawasan TNBTS. Suku ini merupakan sub suku Jawa, dan beberapa sumber menyebutkan bahwa mereka merupakan keturunan langsung dari anggota kerajaan Majapahit. Penyebutan "Tengger" sendiri merujuk dari beberapa penamaan, yaitu: 1) istilah “Tengger” yang berarti “diam”, menjelaskan karakter Suku Tengger yang sangat menjaga tradisi dan adat mereka; 2) nama pegunungan Tengger di mana suku tersebut mendiami wilayah tersebut; dan 3) gabungan nama leluhur suku ini, yaitu Rara anTENG dan Jaka seGER.
Meskipun masyarakat Tengger memeluk berbagai macam agama (mayoritas Hindu, sebagian Budha dan Islam), tetapi mereka sangat memegang adat istiadat tengger dan menjadikannya sebagai salah satu alat pemersatu Suku Tengger. Upacara adat, tatanan kelembagaan, tata ruang kewilayahan dan kearifan lokal yang mereka anut merupakan penterjemahan dari tradisi Tengger.
BBTNBTS sebagai pengelola kawasan yang menjadi kediaman Suku Tengger, berupaya untuk berperan dalam pelestarian adat istiadat suku tersebut. Hal ini terutama dapat terlihat dari komitmen untuk mengubah visi yang semula “Terwujudnya kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai destinasi ekowisata bertaraf internasional yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat”, menjadi “TNBTS sebagai Rumah bagi ekosistem unik, Budaya Tengger, dan ekowisata, serta menara air untuk kesejahteraan masyarakat.”
Dalam implementasinya, BBTNBTS mengakomodir kehidupan tradisional masyarakat Tengger dengan pengelolaan zona tradisional dan zona religi, yang dalam penentuannya didasarkan pada keberadaan Suku Tengger. Lebih jauh, penghargaan terhadap kawasan suci masyarakat Tengger diwujudkan dalam bentuk Kerjasama dengan PHDI Kabupaten Probolinggo untuk Pengelolaan Kawasan di Pura Luhur Poten dan dengan PHDI Kabupaten Lumajang untuk Pura Rondo Kuning. BBTNBTS juga menerapkan zoning transportation system untuk perlindungan kawasan suci Laut Pasir.
kebijakan konservasi yang sejalan dengan adat Tengger juga terlihat dengan pencanangan TNBTS sebagai “Land of Edelweiss”, dengan program pendukungnya berupa sosialisasi dan budidaya Edelweiss ke sekolah-sekolah bagi anak Suku Tengger dan masyarakat hingga pembuatan Taman Edelweiss. Flora ini sendiri merupakan elemen penting dalam upacara adat Tengger. Dengan kebijakan ini, diharapkan ketersediaan Edelweiss untuk masyarakat Tengger bisa lebih terjamin dengan tanpa mengambil dari kawasan TNBTS.
Total Hits






Pengunjung hari ini : 201
Total pengunjung : 485172
Hits hari ini : 552
Pengunjung Online: 1|
Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu : 1 . Admin ganteng (0) [ Teks © by TNBT ] |