Selasa, 01 Maret 2016 - 08:07:03 WIB
Burung-burung di Kawasan TNBTS (Bag. 1)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel - Dibaca: 151 kali

Burung-burung di Kawasan TNBTS (bagian 1)

(Ana Rositawati, A.Md)

1. Takur Tohtor(Megalaima armillaris)

Takur Tohtor merupakan burung yang mudah dijumpai di kawasan TNBTS. Burung ini memiliki tubuh berukuran sedang (20 cm). Seluruh bulu berwarna hijau. Garis kuning - jingga melintang di dadanya, dahi kuning – jingga, mahkota bagian belakang berwarna biru. Kadang garis pada dada mengecil menjadi dua bercak bulat. Iris berwarna coklat, paruh hitam dan bagian kaki berwarna biru. Burung ini sering berbaur dengan burung lain pada pohon berbuah seperti ficus. Selain itu, burung ini memakan biji-bijian dan serangga. Sarang berupa lapisan serpihan kayu, pada lubang di pohon tinggi. Telurnya berwarna putih dengan jumlah 2 butir. Takur Tohtor berkembang biak sekitar bulan April, Mei dan Desember. Habitat burung ini di hutan primer dan tepi hutan. Tersebar sampai ketinggian 2.500 m dpl.

 

2. Sikatanan Ninon(Eumyias indigo)

Sikatan ninon (Eumyias indigo) merupakan spesies burung dari keluarga Muscicapidae. Burung ini merupakan jenis burung pemakan kumbang, larva kunang-kunang, serangga lain, dan buah keci. Sikatan ninon memiliki tubuh berukuran sedang (14 cm). Warna biru - nila gelap. Paling gelap, nyaris hitam di sekitar pangkal paruh. Dahi keputihan, meluas menjadi alis di mata. Dada bawah keabu-abuan, berangsur berubah menjadi keputihan pada perut. Burung remaja: dada dan tenggorokan berbercak merah jambu. Iris coklat-merah, paruh hitam, kaki hitam. Cukup jinak, mudah didekati. Bertengger rendah dekat tanah. Ikut kelompok campuran. Burung ini membuat sarang berbentuk kantung dari lumut, dekat permukaan tanah. Telur berwarna agak putih, garis bintik-bintik kemerah-jambuan, jumlah 2 butir. Berbiak bulan Februari-Agustus, Desember. Habitat burung ini berada di hutan gelap pegunungan, tersebar pada ketinggian 900 - 3.000 m dpl sedangkan untuk penyebarannya berada di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa

 

3. Ciu Besar (Pteruthius flaviscapis)

Burung Ciu Besar memiliki tubuh berukuran kecil (13 cm). Jantan: Kepala hitam, garis alis putih, mantel dan punggungnya abu-abu, ekor berwarna hitam. Sayap hitam dengan ujung bulu primer putih. Bulu tersier coklat berangan emas. Tubuh bagian bawah putih. Betina: Warna lebih buram,  tubuh bagian bawah kuning, kepala hijau-zaitun. Warna ujung sayap kurang terang. Iris abu-abu, paruh hitam keabu-abuan, dan kaki keputih-putihan. Hidup berpasangan atau kelompok campuran. Bergerak melewati tajuk bawah dan tajuk atas pohon. Burung ini memangsa serangga dengan menyelinap diantara ranting-ranting kecil. Burung ini memakan ulat, belalang, kumbang dan serangga lainnya. Sarang berbentuk ayunan pada pohon tinggi. Telur berwarna merah jambu, jumlah 2-3 butir. Berbiak bulan Mei.

 


Berita lainnya :
0 Komentar :

MULTIBAHASA


PARTNERSHIP


AGENDA KEGIATAN

15 September 2017
BROMO TENGGER SEMERU BIRDWATCHING COMPETITION
28 Juli 2017
Pembersihan Salvinia Molesta di Ranupani
24 Juli 2017
WORKSHOP PENILAIAN MANDIRI METT
09 Juli 2017
YADNYA KASADA 2017
07 Juli 2017
EKSOTIKA BROMO 2017

KATEGORI

Artikel (28)
Berita (57)

STATISTIK

Total Hits

2236225

Pengunjung hari ini : 318
Total pengunjung : 478926

Hits hari ini : 926
Pengunjung Online: 6


SOROT

Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :
1 . Admin ganteng (0)

[ Teks © by TNBT ]