Sabtu, 08 April 2017 - 17:33:40 WIB
PEMBERSIHAN JALUR DAN RAPAT KOORDINASI PEMBUKAAN JALUR PENDAKIAN GUNUNG SEMERU TAHUN 2017
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 1703 kali

PEMBERSIHAN JALUR DAN RAPAT KOORDINASI PEMBUKAAN JALUR PENDAKIAN GUNUNG SEMERU TAHUN 2017

Oleh 1. Agung Siswoyo, S.Hut, M.P / PEH Muda

2. Trianingtyas Sulistyowati, S.Hut / Penyuluh Kehutanan

 

Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 mdpl dengan suhu udara di puncak antara 0-4°C, suhu udara rata-rata 3-8°C pada malam hari dan dini hari sedangkan pada siang hari 15-21°C. Selama Tahun 2017 jalur pendakian ditutup dalam rangka pemulihan ekosistem pada tanggal 4 Januari hingga 4 April 2017. Sebelum pembukaan pendakian pada tanggal 5 April 2017, dilakukan pembersihan jalur pendakian tanggal 20-26 Maret 2017 dan rapat koordinasi pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru tanggal 03 April 2017 sebagai tahapan persiapan yang nantinya digunakan sebagai bahan masukan, acuan dan dasar dalam pembukaan pendakian. Pembersihan jalur pendakian bertujuan agar pendaki merasa aman dan nyaman ketika melakukan pendakian. Petugas melakukan pemotongan batang pohon yang menutup jalur pendakian, membersihkan rumput yang tumbuh tinggi di sepanjang jalur, mengukur tinggi muka air danau Ranu Kumbolo yang mengalami peningkatan hingga mendekati pondok pendaki dan memberi tanda atau rambu disepanjang jalur agar pendaki tidak tersesat dan berhati-hati selama pendakian.

Rapat koordinasi pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru bertujuan untuk meminimalisir potensi kejadian berbahaya di TNBTS, memperoleh masukan dalam pembukaan dan pengelolaan pendakian Gunung Semeru serta membangun komitmen untuk dapat bekerja sama dari berbagai pihak terkait. Rapat Koordinasi dihadiri oleh Kepala PVMBG Pos Gunung Sawur, BPBD, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Danramil, KPA, Muspika, porter dan masyarakat Desa Ranupani. Kepala PVMBG Gunung Sawur Bpk Suparno menyatakan status Gunung Semeru masih WASPADA hingga saat ini karena dapur gunung semeru bersifat open system, sehingga sewaktu-waktu bisa meletus dan merekomendasikan batasan pendakian adalah tetap di kalimati, hal ini perlu dipatuhi demi keamanan bersama.

Terdapat beberapa masukan dari peserta rapat koordinasi yang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan pendakian Gunung Semeru, antara lain :

  1. Pelarangan membawa tisu basah selama pendakian karena merupakan jenis sampah yang sulit terurai oleh tanah dan penggunaan yang kurang bijak dari pendaki
  2. Pemberlakuan kuota pendakian harus dilaksanakan dan dilakukan dengan ketat agar kondisi ekosistem tetap terjaga
  3. Perlu sosialisasi proses pengurusan asuransi pendaki sehingga penanganan di rumah sakit terhadap korban insiden pendakian dapat segera tertangani dan diselesaikan
  4. Perlu sarana transportasi berupa ambulance dari TNBTS dalam upaya evakuasi korban pendakian
  5. Pembuatan bivak dilokasi yang sering ditemukan survivor atau yang berpotensi dilewati survivor dengan papan peringatan agar tidak melakukan pergerakan kembali
  6. Sosialisasi kepada pendaki melalui media brosur / leaflet yang berisi prosedur pendakian
  7. Koordinasi dan penyediaan fasilitas komunikasi yang baik dalam pengelolaan pendakian atau contact person yang perlu dihubungi ketika terjadi kondisi berbahaya atau tersesat.

Masukan tersebut dilaporkan kepada Kepala Balai Besar sebagai masukan dalam perbaikan pengelolaan pendakian Gunung Semeru kedepannya. Diharapkan pendakian Gunung Semeru tahun 2017 dapat berjalan lancar dan aman hingga penutupan kembali di tahun 2018. 


Berita lainnya :
0 Komentar :

MULTIBAHASA


PARTNERSHIP


AGENDA KEGIATAN

28 Juli 2017
Pembersihan Salvinia Molesta di Ranupani
24 Juli 2017
WORKSHOP PENILAIAN MANDIRI METT
09 Juli 2017
YADNYA KASADA 2017
07 Juli 2017
EKSOTIKA BROMO 2017
16 Maret 2017
APEL PERINGATAN HARI BAKTI RIMBAWAN KE-34

KATEGORI

Artikel (26)
Berita (56)

STATISTIK

Total Hits

2099199

Pengunjung hari ini : 73
Total pengunjung : 452143

Hits hari ini : 526
Pengunjung Online: 18


SOROT

Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :
1 . hwhw (11)
2 . naskah (259)

[ Teks © by TNBT ]