Kamis, 16 Maret 2017 - 15:11:48 WIB
BIMTEK PENYUSUNAN DESAIN TAPAK
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 88 kali

BIMTEK  PENYUSUNAN DESAIN TAPAK

By : Siti Maya

PEH Pelaksana Lanjutan

 

 

Upaya penyegaran kembali terkait desain tapak TNBTS, pada hari Senin tanggal 27 Februari 2017 Balai Besar TNBTS  menggelar bimbingan teknis penyusunan desain tapak di Aula Kantor Balai Besar TNBTS dengan mendatangkan expert dari Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (Pak Suwartono dan Ibu Erna).

Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Stuktural eselon 3 dan 4, Kepala RPTN, Pejabat Fungsional PEH dan Penyuluh Lingkup TNBTS.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi (Muhammad Wahyudi,SP, M.Sc), dalam pembukaan tersebut beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2014 Desain Tapak TNBTS telah disusun, untuk tahun 2017 ini perlu dilakukan revisi. Oleh karena itu, memerlukan arahan dan bimbingan dari Bapak Suwartono (Expert DirjPJLHK). Diharapkan dengan adanya kegiatan Bimtek ini, teman-teman dapat mengikuti kegiatan tersebut sampai selesai dan dapat mengaplikasikannya dalam revisi penyusunan desain tapak nanti. Pada tahun lalu telah dilakukan revisi zonasi yang kemudian harus diikuti oleh revisi desain tapak. Untuk merevisi desain tapak tersebut perlu dilakukan peninjauan ke lapangan,  kegiatan tersebut akan dilaksanakan keesokan harinya.

Untuk selanjutnya, pemberian materi disampaikan oleh Bapak Suwartono. Mengawali materi, harus diketahui terlebih dahulu pengertian dari desain tapak. Desain tapak adalah pembagian ruang pengelolaan pariwisata alam di zona/blok pemanfaatan dan zona/blok perlindungan/rimba/bahari yang diperuntukkan bagi ruang publik dan ruang usaha penyediaan jasa/sarana pariwisata alam.

Sebelum suatu kawasan dijual, harus disiapkan dahulu perencanaannnya. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dapat merumuskan dan memecahkan masalah dengan baik Perencanaan itu sendiri adalah suatu kegiatan yang disusun secara berurutan. Syarat perencanaan yang baik harus logis, masuk akal ; realistik, nyata; sederhana; sistematik  dan ilmiah ; fleksibel ; manfaat ; optimasi dan efisiensi.

Perencanaan desain tapak diperlukan untuk pengelolaan suatu kawasan sehingga tercapainya pengelolaan pariwisata alam secara serasi dan harmonis dengan lingkungan alam yang berada dikawasan tersebut sesuai kaidah, prinsip dan fungsi konservasi alam.

Penyusunan desain tapak pengelolaan pariwisata alam pada blok/zona perlindungan/rimba di taman nasional diperuntukkan bagi usaha penyediaan jasa wisata alam seperti informasi pariwisata, pramuwisata, transportasi dan perjalanan wisata serta bagi sarana usaha penyediaan sarana transportasi kereta listrik dan/atau kereta gantung.

Site utama zona pemanfaatan di TNBTS diantaranya berada di Cemorolawang– Mentigen-Laut Pasir, Ranu Darungan, Ranu Pani – Ranu Regulo, Jemplang, Pakis Bincil-Mungal,B-29, Watugedhe-Teletubbies, Pasir Bersik, Coban Trisula, Ireng-ireng.

Proses penyusunan desain tapak meliputi Inventarisasi dan identifikasi, analisa data, sintesa hasil analisis, konsultasi publik dan penyusunan peta desain tapak. Desain tapak ini di susun oleh Kepala UPT yang disahkan oleh Direktur PJKKHL. Untuk penyusunan desain tapak ini disarankan melibatkan dari berbagai disiplin ilmu.

Untuk menganalisa disain tapak diperlukan pertimbangan pengembangan diantaranya: Pertimbangan kebijakan, Pertimbangan fisik, Pertimbangan Teknis, Pertimbangan Estetika, Pertimbangan Sosial ekonomi budaya dan Pertimbangan historis.

Dasar dari penyusunan desain tapak ini mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : P.3/IV-Set/2011 tentang Pedoman Peyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Tahura dan Taman Wisata Alam, yang kemudian mengalami perubahan peraturan dengan Nomor : P.5/IV-Set/2015 tentang perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : P.3/IV-Set/2011 tentang Pedoman Peyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Tahura dan Taman Wisata Alam.

Pengembangan pariwisata alam mempunyai 5 (lima) prinsip dasar yang sudah ber-SNI diantaranya :

  1. Kelestarian ekosistem, menjaga ekosistem di areal yang dikembangkan,
  2. Kelestarain potensi dan daya tarik,
  3. Menjamin sosial budaya setempat,
  4. Menjamin memberikan suatu kenyamanan, keamanan, kepuasan pengunjung,
  5. Aspek ekonomi,  yang dapat memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah.

Sebelum dinilai dan disahkannya buku dan peta desain tapak, terlebih dahulu dilakukan pembahasan yang melibatkan para pihak/ stakeholders terkait. Hal ini dilaksanakan setelah terselesaikan revisi desain tapak.


Berita lainnya :
0 Komentar :

MULTIBAHASA


PARTNERSHIP


AGENDA KEGIATAN

16 Maret 2017
APEL PERINGATAN HARI BAKTI RIMBAWAN KE-34

KATEGORI

Artikel (23)
Berita (39)

STATISTIK

Total Hits

1830084

Pengunjung hari ini : 354
Total pengunjung : 398429

Hits hari ini : 2311
Pengunjung Online: 13


SOROT

Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :

[ Teks © by TNBT ]