Senin, 28 November 2016 - 15:23:47 WIB
RAPAT KOORDINASI PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN HUTAN
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel - Dibaca: 694 kali

RAPAT KOORDINASI PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN HUTAN

 “ UPAYA TINDAKLANJUT PENANGANAN PERMASALAHAN PENAMBANGAN PASIR  DAN KLAIM LAHAN DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU SECARA TERPADU”

 

Oleh : Gatot Kuncoro Edi, SP (Polhut Muda BBTNBTS)

 

 

Kawasan TNBTS sebagaimana kawasan konservasi yang lain masih menghadapi gangguan kawasan yang dapat mengurangi fungsi kawasan sebagai sistem penyangga kehidupan, termasuk gangguan berupa penambangan pasir dan klaim lahan di dalam kawasan. Menyikapi permasalahan gangguan kawasan, khususnya  penambangan pasir di Desa Taman Satriyan dan Klaim lahan di Desa Tamansari dan Desa Duwet, pada hari Kamis tanggal 24 November 2016,  BBTNBTS menyelenggarakan rapat koordinasi yang dihadiri para pihak terkait, di antaranya Polres Kabupaten Malang, Biro Perencanaan dan Pengembangan Perum Perhutani, TOPDAM V Brawijaya, Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Malang, BPKH wilayah XI Yogyakarta, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK wilayah II Jabalnusra, dan jajaran Muspika Kecamatan Ampel gading dan Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang.

Dalam rakor tersebut ada beberapa pendapat terkait penyelesaian kasus-kasus tersebut, diantaranya: 1). Berdasarkan penjelasan dari TOPDAM V Brawijaya, bahwa peta yang digunakan oleh Desa Tamansari memang benar peta dari TOPDAM V Brawijaya yang disahkan oleh Katopdam an. Letnan Kolonel Ctp Ir. Igab Mawantara pada tanggal 10 April 1998, akan tetapi peta tersebut secara teknis tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya karena tidak sesuai dengan kaidah pemetaan; 2). Berdasarkan penjelasan dari Polres Malang, penyelesaian penambangan pasir dan klaim lahan perlu didahului dengan koordinasi dan sosialisasi serta pengecekan lapangan bersama dengan para pihak terkait. Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku permasalahan gangguan kawasan tersebut harus diselesaikan agar tidak ada unsur pembiaran; 3). Berdasarkan penjelasan dari Kantor Pertanahan Kab. Malang, bahwa pembatalan sertifikat yang sudah terlanjur diterbitkan di dalam kawasan TNBTS dilakukan melalui mekanisme yang berlaku, dan akan segera ditindaklanjuti; 4). Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah II Jabalnusra siap bekerjasama dengan instansi terkait lainnya dalam penanganan permasalahan penambangan pasir dan klaim lahan di kawasan TNBTS.

Dari pendapat-pendapat di atas, disepakati beberapa langkah tindak-lajut penyelesaian permasalahan penambangan pasir dan klaim lahan yaitu: 1). Akan dibentuk Tim Penanganan Terpadu kasus klaim lahan dan Penambangan pasir di Desa Taman Satriyan, (Kecamatan Tirtoyudo);  Desa Tamansari (Kecamatan Ampelgading) dan Desa Duwet  (Kecamatan Tumpang) yang semuanya terletak di Kabupaten Malang melalui Surat Keputusan Kepala BBTNBTS dengan anggota dari instansi terkait. Instansi dimaksud antara lain: Polres Malang; Topdam V Brawijaya; Kantor Pertanahan Kabupaten Malang;  Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah II Jabalnusra; Perum Perhutani; Muspika Ampel Gading; Muspika Tirtoyudo; Muspika Tumpang; BPKH Wilayah XI Yogyakarta; Pemkab Malang; dan Pemerintah Desa setempat.

2). Sosialisasi ke masyarakat dan pengecekan lapangan akan segera dilakukan oleh Tim Penanganan Terpadu kasus klaim lahan dan Penambangan pasir di Desa Taman Satriyan, Kecamatan Tirtoyudo,  Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading dan Desa Duwet, Kecamatan Tumpang.

DOKUMENTASI :


Berita lainnya :
0 Komentar :

MULTIBAHASA


PARTNERSHIP


AGENDA KEGIATAN

28 Juli 2017
Pembersihan Salvinia Molesta di Ranupani
24 Juli 2017
WORKSHOP PENILAIAN MANDIRI METT
09 Juli 2017
YADNYA KASADA 2017
07 Juli 2017
EKSOTIKA BROMO 2017
16 Maret 2017
APEL PERINGATAN HARI BAKTI RIMBAWAN KE-34

KATEGORI

Artikel (26)
Berita (56)

STATISTIK

Total Hits

2099161

Pengunjung hari ini : 72
Total pengunjung : 452142

Hits hari ini : 489
Pengunjung Online: 19


SOROT

Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :
1 . hwhw (11)
2 . naskah (259)

[ Teks © by TNBT ]