Rabu, 09 November 2016 - 15:10:22 WIB
PENAMBANGAN PASIR KALIMANJING
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 72 kali

PENAMBANGAN PASIR KALIMANJING

PERJALANAN PANJANG YANG BERHASIL DITUTUP DENGAN DAMAI.

 

Desa Taman Satriyan Kecamatan Tirtoyudho dan Desa Tamansari Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang berada di wilayah penyangga  Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) khususnya Resort PTN Taman satriyan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan buruh tani. Kedua desa tersebut dipisahkan oleh Sungai Kalimanjing, yang merupakan aliran guguran pasir dari Gunung Semeru. Pasir tersebut ditamnbang oleh masyarakat kedua desa tersebut memanfaatkannya untuk dijual hingga keluar kota, dengan volume mencapai 30 sampai 40 truk perhari.

                    Penambangan ini mulai dilakukan sekitar tahun 1993. Terkait dengan aktifitas illegal tersebut, Pihak BBTNBTS merespon dengan melakukan sosialisasi, patroli rutin dan pemantauan, bahkan pada tahun 2008 menyampaikan laporan resmi ke Bupati Malang. Namun demikian, respon tersebut belum pernah berhasil menghentikan aktifitas penambangan ini secara permanen. Kondisi tersebut semakin tidak kondusif dengan adanya “surat ijin penambangan rakyat”. yang dikeluarkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Malang dengan pertimbangan teknis oleh Dinas ESDM Kab. Malang yang menjadikan kegiatan ini seolah-olah legal.  Pada saat surat ijin penambangan ini berakhir pada tanggal 28 Juni 2016, oleh BBTNBTS dijadikan momen yang tepat untuk melakukan menghentikan aktifitas penambangan tersebut. Walaupun demikian, meski tanpa menunggu masa berakhirnya surat ijin tersebut, sebenarnya bisa dilakukan penutupan. Namun, dengan pertimbangan efek sosial yang terjadi di masyarakat penutupan baru dilakukan setelah ijin tersebut berakhir.

                   Dengan berakhirnya surat ijin penambangan rakyat tersebut, pihak BBTNBTS segera melakukan beberapa langkah nyata untuk melakukan penutupan penambangan pasir tersebut. Langkah tersebut diawali dengan berkoordinasi dengan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kab. Malang dan Dinas ESDM Kab. Malang selaku instansi yang mengeluarkan surat ijin penambangan tersebut dengan maksud agar perpanjangan perijinan tidak diproses. Dari koordinasi tersebut diketahui bahwa pihak Badan Pelayanan Perijinan Terpadu kabupaten sudah tidak mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan ijin, tetapi kewenangan beralih ke Pemerintah Propinsi. Dinas perijinan propinsi pun meyakinkan bahwa Sdr. Ponidjo tidak memperpanjang ijin penambangan, dan seandainya diperpanjangpun tidak akan diberikan ijin dengan alasan bahwa lokasi penambangan di Kalimanjing bukan lokasi penambangan rakyat.

                   Belajar dari peristiwa penutupan tambang pasir di Selok Awar-awar Lumajang, BBTNBTS tidak ingin penutupan ini berakhir dengan ricuh dan anarkis dengan ulah provokator yang tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya koordinasi dengan pihak satuan reskrim dan satuan intelijen Polres Malang serta jajaran Muspika setempat mutlak dilakukan. Alhasil pada tanggal 6 Oktober 2016 bertempat di Balai Desa Taman satriyan dilakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Taman Satriyan dan Desa Tamansari dengan mengundang beberapa pihak terkait diantaranya MUSPIKA Kec. Tirtoyudo dan Ampel Gading, Biro Hukum PemKab Malang, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab Malang, Dinas ESDM Kab. Malang, Satpol PP Kab. Malang, Perhutani KPH Malang, dan Polres Kab. Malang. Dalam pertemuan tersebut masyarakat tetap bersikeras bahwa lokasi penambangan pasir tersebut masuk wilayah desa dengan menunjukkan bukti-bukti berupa peta. Akhirnya disepakati akan dilakukan pengukuran batas kawasan dengan melibatkan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah XI selaku instansi yang mempunyai kewenangan terkait batas kawasan hutan dengan disaksikan oleh BPN dan Biro Renbang Perum Perhutani Divre II.

            Pemeriksaan batas sebagian kawasan TNBTS dan lokasi penambangan pasir di blok kalimanjing dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2016 oleh TIM dari BPKH wilayah XI Yogyakarta bersama-sama dengan pihak terkait yang hadir pada kegiatan sosialisasi penutupan penambangan pasir sebelumnya. Dari pemeriksaan batas dipastikan lokasi penambangan pasir Blok Kalimanjing pada koordinat 08°08´16,7” LS – 112°51’47,8” BT berada di dalam kawasan TNBTS dengan ditemukannya pal batas nomor TN 2476.  Dengan dasar hasil pemeriksaan batas tersebut selanjutnya dilakukan penandatanganan Berita Acara Pemeriksaan Batas oleh para pihak terkait yang intinya mengakui bahwa lokasi penambangan pasir blok Kalimanjing berada dalam wilayah TNBTS. Dan selanjutnya disepakati bersama untuk dilakukan penutupan lokasi dan penghentian aktifitas penambangan pasir tersebut. Apabila ada masyarakat atau pihak tertentu yang tetap melakukan penambangan di lokasi tersebut maka akan berhadapan dengan pihak yang berwajib karena merupakan tindakan pidana dan akan diproses secara hukum berdasarkan aturan dan ketentuan yang berlaku.

DOKUMENTASI

 

Peta dari Top Dam yang dimiliki Desa Tamansari

 


Berita lainnya :
0 Komentar :

MULTIBAHASA


PARTNERSHIP


AGENDA KEGIATAN

15 September 2017
BROMO TENGGER SEMERU BIRDWATCHING COMPETITION
28 Juli 2017
Pembersihan Salvinia Molesta di Ranupani
24 Juli 2017
WORKSHOP PENILAIAN MANDIRI METT
09 Juli 2017
YADNYA KASADA 2017
07 Juli 2017
EKSOTIKA BROMO 2017

KATEGORI

Artikel (28)
Berita (57)

STATISTIK

Total Hits

2248131

Pengunjung hari ini : 31
Total pengunjung : 482853

Hits hari ini : 104
Pengunjung Online: 1


SOROT

Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :
1 . Admin ganteng (0)

[ Teks © by TNBT ]